MITRA TNI-POLRI KOMANDOPATASTVNEWS
Lombok Tengah - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lombok Tengah mengingatkan masyarakat agar dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia senantiasa menjaga nilai-nilai agama, norma kesusilaan, serta semangat persatuan dan cinta Tanah Air.
MUI Lombok Tengah menegaskan bahwa laki-laki yang mengenakan pakaian menyerupai perempuan, maupun perempuan yang mengenakan pakaian menyerupai laki-laki—termasuk dalam kegiatan karnaval atau rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia lainnya—hukumnya haram dalam syariat Islam.(11/08/2026)
Hal tersebut berkaitan dengan konsep tasyabbuh, yaitu menyerupai lawan jenis dalam hal yang menjadi ciri khasnya. MUI Lombok Tengah menjelaskan bahwa larangan tersebut sebagaimana disebutkan dalam Kitab Bajuri Jilid II halaman 97, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa Allah SWT melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.
Melalui momentum ini, MUI Lombok Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai sarana meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat persatuan dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan kemerdekaan hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat, seperti kegiatan yang memperkuat persatuan dan persaudaraan, menumbuhkan semangat cinta NKRI, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong masyarakat untuk berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia, seraya memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, keberkahan, dan kemakmuran.
“Mari kita jadikan momentum kemerdekaan sebagai bentuk rasa syukur dengan memperbanyak kegiatan positif, memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat cinta NKRI, serta memperbanyak doa dan zikir agar terwujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar perwakilan MUI Lombok Tengah.
Imbauan kepada Panitia Penyelenggara
MUI Lombok Tengah juga mengimbau kepada seluruh panitia penyelenggara kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia—baik di tingkat desa, dusun, lingkungan, lembaga pendidikan, organisasi, maupun masyarakat umum—agar menyusun dan mengemas kegiatan yang tidak bertentangan dengan norma agama serta nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Setiap kegiatan diharapkan tetap menjunjung tinggi norma agama, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
MUI Lombok Tengah berharap seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan rasa syukur, mempererat ukhuwah dan persaudaraan, meningkatkan semangat gotong royong, serta menanamkan kecintaan yang mendalam kepada NKRI.
Dengan demikian, semarak peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, bersatu, cinta Tanah Air, dan senantiasa memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, keamanan, dan kedamaian bagi bangsa Indonesia, serta menjadikan negeri ini sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Pry/Lombok Tengah, 11 Agustus 2026
Jurnalis: Sudianto (Kabiro)

0 Komentar