MITRA TNI-POLRI KOMANDOPATASTVNEWS 

Gresik,  12 Agustus 2026 — Warga Dusun Legundi RT 06 RW 02, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, menyampaikan kekecewaan mendalam atas dugaan pembiaran terhadap berbagai pelanggaran di lingkungan desa. Warga menilai pemerintah desa setempat abai terhadap persoalan ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) serta fasilitas publik.

Sejumlah persoalan yang dikeluhkan warga meliputi maraknya pesta minuman keras (miras), peredaran narkoba dengan sistem ranjau di gang desa, keberadaan kos-kosan bebas, praktik prostitusi online, lampu penerangan jalan desa yang mati dan dibiarkan berlarut-larut, maraknya parkir liar mobil truk, hingga kendaraan truk yang melaju kencang (ngebut) di jalan kampung.

Peristiwa ini dinilai mencoreng nama baik wilayah setempat dan menjadi sorotan tajam terhadap komitmen penegakan disiplin birokrasi. Sebagai aparatur pemerintah, perangkat desa merupakan representasi negara di tingkat lokal yang memiliki kewajiban menjaga etika, profesionalisme, serta ketenteraman wilayah.

Lemahnya respons dan lambatnya tindakan dari aparat desa memicu kritik dari masyarakat yang menilai adanya krisis kepemimpinan di tingkat desa. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, kepala desa dan perangkatnya memiliki kewajiban hukum untuk menjaga ketertiban umum. Kelalaian dalam menjalankan amanah tersebut dapat berkonsekuensi pada sanksi administratif hingga pemberhentian.

"Kami mendesak kepala daerah dan camat untuk segera turun tangan melakukan investigasi serta pemeriksaan menyeluruh di Dusun Legundi RT 06 RW 02 Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo. Kami menuntut pemerintah hadir nyata di tengah masyarakat dan tidak sekadar bersifat administratif formalitas," ujar perwakilan warga.

Warga berharap Bupati Gresik dan Camat Driyorejo segera memberikan teguran tegas kepada Pemerintahan Desa Krikilan agar roda pemerintahan dan pelayanan publik kembali berjalan optimal demi keamanan serta kenyamanan warga.

Jurnalis Hans arif